Minggu, 20 Juni 2010

SQUID PROXY PADA FEDORA

Ringkasan ini tidak tersedia. Harap klik di sini untuk melihat postingan.

Rabu, 09 Juni 2010

DNS SERVER

  • Install paket dulu

# yum install bind bind-libs bind-utils bind-chroot


  • Edit konfigurasinya

# vim /var/named/chroot/etc/named.conf


  • Isi file /var/named/chroot/var/named/zone/linuxer.local.zone:

$ttl 38400
@ IN SOA ns.linuxer.local. root.linuxer.local (
1196006770
10800
3600
604800
38400 )
IN NS fxekobudi.linuxer.local.
IN MX 20 mail.linuxer.local.
fxekobudi IN A 192.168.0.44
www IN CNAME fxekobudi
ftp IN CNAME fxekobudi


  • Isi file /var/named/chroot/var/named/zone/0.168.192.in-addr.arpa.zone:

$ttl 38400
@ IN SOA ns.linuxer.local. root.linuxer.local (
1196006769
10800
3600
604800
38400 )
IN NS fxekobudi.linuxer.local.
44 IN PTR fxekobudi.linuxer.local.


  • Konfigurasi untuk file /var/named/chroot/etc/named.primary.conf:
    # vim /var/named/chroot/etc/named.primary.conf

  • zone “fxekobudi.local” IN {
    type master;
    file “./zone/fxekobudi.local.zone”;
    allow-update { key “rndckey”; };
    allow-transfer { 192.168.0/26; };
    };

zone “sarolangun.local” IN {
type master;
file “./zone/sarolangun.local.zone”;
allow-update { key “rndckey”; };
allow-transfer { 192.168.0/26; };
};


  • Isi file /var/named/chroot/var/named/zone/fxekobudi.local.zone:

  • $ttl 38400
    @ IN SOA ns.linuxer.local. root.linuxer.local (
    1196006770
    10800
    3600
    604800
    38400 )
    IN NS fxekobudi.fxekobudi.local.
    IN MX 20 mail.fxekobudi.local.
    fxekobudi IN A 192.168.0.44
    www IN CNAME fxekobudi
    ftp IN CNAME fxekobudi


  • Isi file /var/named/chroot/var/named/zone/sarolangun.local.zone:


$ttl 38400
@ IN SOA ns.linuxer.local. root.linuxer.local (
1196006770
10800
3600
604800
38400 )
IN NS fxekobudi.sarolangun.local.
IN MX 20 mail.sarolangun.local.
fxekobudi IN A 192.168.0.44
www IN CNAME fxekobudi
ftp IN CNAME fxekobudi


  • Konfigurasi untuk file /etc/resolv.conf:

  • search linuxer.local
    search fxekobudi.local
    search sarolangun.local
    nameserver 127.0.0.1
    nameserver 192.168.0.44


  • Tes konfigurasi DNS server:


$ dig linuxer.local
$ nslookup www.linuxer.local








Selasa, 08 Juni 2010

Step Pembuatan https (Web Server) pada Fedora

Pastikan service apache 2 sudah di install, jika belum, silahkan install dengan perintah :
Apt –get install openssl ssl-cert
Membuat certificate :
mkdir /etc/apache2/ssl
make-ssl-cert /usr/share/ssl-cert/ssleay.cnf /etc/apache2/ssl/apache.pem
Aktifkan mode ssl dan restart apache2
a2enmod ssl
/etc/init.d/apache2 force-reload
Restart service apache2
/etc/init.2/apache2 restart
Install paket:
# yum install httpd
Edit file konfigurasi apache:
# vim /etc/httpd/conf/httpd.conf
Berikut beberapa konfigurasi yang perlu dilakukan:
### Section 1: Global Environment
User apache
Group apache
### Section 2: ‘Main’ server configuration
DocumentRoot “/var/www/html”

DirectoryIndex index.html index.html.var index.php
### Section 3: Virtual Hosts
# Konfigurasi virtual host
Include ./conf/vhosts.conf
Buat file virtual host:
# vim /etc/httpd/conf/vhosts.conf
NameVirtualHost 192.168.0.22:80

ServerAdmin admin@linuxer.local
DocumentRoot /var/www/html
ServerName linuxer.local
ServerAlias www.linuxer.local
ErrorLog logs/error_log
CustomLog logs/access_log combined


ServerAdmin admin@linuxer.local
DocumentRoot /var/www/html/fxdiani
ServerName fxdiani.local
ServerAlias www.fxdiani.local
ErrorLog logs/fxdiani.local-error_log
CustomLog logs/fxdiani.local-access_log combined


ServerAdmin admin@linuxer.local
DocumentRoot /var/www/html/bandung
ServerName bandung.local
ServerAlias www.bandung.local
ErrorLog logs/bandung.local-error_log
CustomLog logs/bandung.local-access_log combined

Jalankan daemon web server untuk runlevel yang diinginkan:
# /sbin/chkconfig –levels 235 httpd on



Senin, 07 Juni 2010

ANATOMI HACKING

Serangan terhadap jaringan computer dapat dilakukan dengan cara, mulai dari cara yang sederhana hingga yang rumit. Kerusakan yang ditimbulkannya pun beragam, dari gangguan kecil hingga kerusakan hebat. Pemahaman atas serangan yang dilakukan, baik teknik yang dipakai maupun tahapan-tahapan yang harus dilakukan, akan sangat membantu dalam mangatasi serangan terhadap jaringan computer sehingga yang timbul dapat ditekan sekecil mungkin.
Banyak istilah yang dipakai untuk menyebut pelaku serangan, di antaranya adalah :
Mundane : mengetahui hacking tapi tidak mengetahui metode dan prosesnya.
Lamer (script kiddies) : mencoba script-script yang pernah dibuat oleh hacker dengan cara download dari internet atau dari sumber yang lain, tapi belum paham cara membuatnya.
Wannabe : memahami sedikit metode hacking, menerapkan dan sudah mulai berhasil menerobos. Pelaku beranggapan HACK IS MY RELIGION.
Larva (newbie) : hacker pemula, mulai menguasai dengan baik teknik hacking, dan sering bereksperimen.
Hacker : melakukan, hacking sebagai suatu profesi.
Wizard : hacker yang membuat komunitas, bertukar ilmu di antara anggota.
Guru, master of the master hacker : hacker dengan aktivitas lebih mengarah pembuatan tools-tools powerfull guna menunjang aktivitas hacking.

Tahapan Hacking
Hacking adalah upaya untuk melakukan penetrasi dan eksplorasi terhadap system sasaran tanpa menimbulkan kerusakan atau kerugian, juga tidak melakukan pencurian data. Orang yang melakukan tindakan hacking disebut sebagai hacker.

Hacking merupakan upaya untuk melakukan penetrasi dan eksplorasi atas system sasaran tanpa menimbulkan kerusakan dan kerugian serta tidak melakukan pencurian data.
Hacker dan cracker mungkin memakai teknik yang sama terhadap system sasaran, namun berbeda motivasi dan tujuan.

Fase-fasenya :
1. Fase Persiapan
   ~ Mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya
      - Secara Aktif : - portscanning
                             - network mapping
                             - OS Detection
                             - application fingerprinting
         Semua itu bisa dilakukan menggunakan tools tambahan seperti nmap atau netcat
 
       - Secara Pasif : - mailing-list (jasakom, newbie_hacker, hackelink, dsb)
                              - via internet registries (informasi domain, IP Addres)
                              - Website yang menjadi terget
  
2. Fase Eksekusi
   ~ Setelah mendapatkan informasi, biasanya akan didapatkan informasi mengenai OS yg digunakan, serta port yang terbuka dengan daemon yg sedang berjalan.  Selanjutnya mencari informasi mengenai vulnerability holes (celah kelemahan suatu program) dan dimanfaatkan menggunakan exploit (packetstromsecurity.org, milis bugtraq, atau mencari lewat #IRC). 
   ~ Mengekspolitasi Vulnerability Holes
      - compile eksploit -> local host ->    $gcc -o exploit exploit.c
                                                           $./exploit
                                                           # hostname (# tanda mendapatkan akses root)
                                     remote host -> $gcc  -o exploit exploit.c
                                                            $./exploit -t www.terget.com
                                                            # (klo beruntung mendapatkan akes root)
   ~ Brute Force
     - Secara berulang melakukan percobaan otentifikasi.
     - Menebak username dan password.
     - Cracking password file
 
   ~ Social Engineering
    - Memperdayai user untuk memeberi tahu Username dan password
    - Intinya ngibulin user....
 
3. Fase Setelah Eksekusi
   ~ Menginstall backdoor, trojans, dan rootkit
   ~ Menghapus jejak dengan memodifikasi file log agar tidak dicurigai admin
   ~ Menyalin /etc/passwd atau /etc/shadow/passwd
 

Rabu, 02 Juni 2010

ANTIVIRUS DAN FIREWALL

Virus komputer merupakan program komputer yang dapat menggandakan atau menyalin dirinya sendiri dan menyebar dengan cara menyisipkan salinan dirinya ke dalam program atau dokumen lain. Virus komputer dapat merusak (misalnya dengan merusak data pada dokumen), membuat pengguna komputer merasa terganggu, maupun tidak menimbulkan efek sama sekali.

Kriteria Virus

Kemampuan untuk mendapatkan informasi

Kemampuan untuk memeriksa suatu file

Kemampuan untuk menggandakan diri dan menularkan diri

Kemampuan melakukan manipulasi

Kemampuan untuk menyembunyikan diri.

SIKLUS VIRUS

Dormant phase ( Fase Istirahat/Tidur )

Pada fase ini virus tidaklah aktif. Virus akan diaktifkan oleh suatu kondisi tertentu, semisal: tanggal yang ditentukan, kehadiran program lain/dieksekusinya program lain, dsb. Tidak semua virus melalui fase ini.

Propagation phase ( Fase Penyebaran )

Pada fase ini virus akan mengkopikan dirinya kepada suatu program atau ke suatu tempat dari media storage (baik hardisk, RAM dsb). Setiap program yang terinfeksi akan menjadi hasil “kloning” virus tersebut (tergantung cara virus tersebut menginfeksinya).

Trigerring phase ( Fase Aktif )

Virus tersebut akan aktif dan hal ini juga di picu oleh beberapa kondisi seperti pada Dormant Phase.

Execution phase ( Fase Eksekusi )

Virus yang telah aktif akan melakukan aksinya / fungsinya. Seperti menghapus file, menampilkan pesan-pesan, dsb

JENIS VIRUS

Virus makro

Virus boot sector

Virus stealth

Virus polymorphic

Virus file / program

Virus multipartition

MEDIA PENYEBARAN VIRUS

Disket, flashdisk, DVD/CD

Jaringan

Internet

Aplikasi shareware, freeware

Attachment / transferring file

PENCEGAHAN SERANGAN VIRUS

Pakai sistem operasi yang relatif tahan terhadap virus (linux, unix, solaris dll)

Instal antivirus

Update aplikasi (sistem operasi, program, driver) dengan service pack terbaru

Waspadai data yang berasal dari luar komputer; via flashdisk, CD, DVD, jaringan, internet

Backup data

Selalu ikuti berita tentang virus

PENANGGULANGAN SERANGAN VIRUS

Deteksi sumber virus

Identifikasi dan klasifikasi virus

Bersihkan dengan antivirus, removal tool atau manual

Jika tidak bisa diatasi, langkah terburuk adalah format ulang

FIREWALL

Merupakan teknik pengamanan dengan melakukan filter atas data yang lewat berdasar aturan tertentu

Kelemahannya :

Harus melindungi seluruh batas sistem. Ada satu saja node yg terhubung ke sistem lain, menjadi celah kelemahan

Karena sebagai komputer yang paling terlihat dari luar, menjadi sasaran serangan à tidak dilengkapi linker/loader/compiler, firewall berlapis

Perlu update konfigurasi sesuai perubahan sistem / aplikasi yang dipakai.

Selasa, 25 Mei 2010

Konfigurasikan DNS di Ubuntu

  • Installasi paket :

apt-get install bind9

apt-get install dnsutils


  • Konfigurasikan IP forward :

nano /etc/bind/named.conf.options

hapus tanda double slash (//),

forwarders {

192.168.1.4;

};

  • Setelah itu buat IP address pada interface eth0 ( konfigurasi IP static) :

nano /etc/network/interfaces, isikan seperti ini :

iface eth0 inet static

address 192.168.1.4

netmask 255.255.255.0

gateway 192.168.1.1


  • Mapping DNS :

nano /etc/bind/named.conf.local, isikan seperti ini :

zone "diani.com" {

type master;

file "/etc/bind/db.diani.com";

};

zone "1.168.192.in-addr.arpa" {

type master;

file "/etc/bind/db.192";

};

  • Tahap berikutnya pemberian nama DNS :

cp /etc/bind/db.local /etc/bind/db.diani.com


nano /etc/bind/db.diani.com, isikan seperti ini :

$TIL 604800

@ IN SOA diani.com. root.diani.com. (

3 ; Serial

604800 ; Refresh

86400 ; Retry

2419200 ; Expire

604800 ) ; Negative Cache TTL

;

@ IN NS diani.com.

@ IN AAAA ::1

IN A 192.168.1.4

www IN A 192.168.1.4

ftp IN CNAME diani.com.

mail IN A 192.168.1.4



  • Set IP buat DNS yang kita buat :

cp /etc/bind/db.127 /etc/bind/db.192

nano /etc/bind/db.192, isikan ini :

$TIL 604800

@ IN SOA diani.com. root.diani.com. (

3 ; Serial

604800 ; Refresh

86400 ; Retry

2419200 ; Expire

604800 ) ; Negative Cache TTL

;

@ IN NS diani.com.

7 IN PTR www.diani.com.

7 IN PTR mail.diani.com.


  • Set nameserver :

nano /etc/resolv.conf, isikan ini :

search diani.com.

nameserver 192.168.1.4



  • Set IP local host dan host :

nano /etc/hosts, isikan seperti ini :

127.0.0.1 localhost

192.168.1.4 diani.com.

127.0.1.1 diani1-PC

  • Sekarang coba test domain yang telah kita buat :

/etc/init.d/networking restart

/etc/init.d/bind9 restart

nslookup diani.com


Minggu, 14 Maret 2010

Kesimpulan dari Perbedaan Sistem Tersebar dan Jaringan Komputer

Informasi lengkap tentang perbedaan sistem tersebar dan jaringan komputer diambil dari blog :

http://ie-ien.blogspot.com/2009/12/persamaan-dan-perbedaan-sistem_02.html

kesimpulannya :

Sistem tersebar lebih mengarah pada sistem jaringan yg terpusat. Sistem tersebar dpt melakukan satu pekerjaan secara bersama-sama meski hanya satu komputer yg dipakai, sedangkan jaringan komputer tidak bisa satu pekerjaan ditangani sendiri. Jadi Jaringan komputer itu misal tiap-tiap komputer (entah itu server atau client ) mempunyai kemampuan berdasarkan kemampuan komputer masing-masing. Sedangkan system tersebar misal servernya jelek, clientnya pun ikut jelek. Sedangkan jaringan computer jika servernya jelek, client nya belum tentu jelek.